Jumat, 29 Juni 2012

A journey of a thousand miles must begin with a single step

akhir - akhir ini jadi agak sedikit terusik dengan riwuehnya beberapa orang disekitar saya soal travelling dan traveller. Bukan karena mereka belum mengawali sebuah perjalanan, justru karena mereka sudah jauh berjalan. Perjalanan yang sudah berkategori jauh dan jam terbang yang tinggi sepertinya tidak dibarengi dengan pola pikir yang mestinya juga semakin open minded. Open minded dengan segala perbedaan dan situasi.
Berdasarkan pengalaman, traveller  itu lebih open minded dg segala situasi, aware dengan sekitar dan welcome sekali. Traveller itu bak bunglon yg bisa menyesuaikan diri dg lingkungan sekitar, sangat terbuka dg kehadiran orang-orang baru, tidak terlalu merisaukan yg namanya perbedaan.
 
Tapi beberapa waktu ini saya melihat justru jam terbang yg tinggi tidak berbanding lurus dg pemikiran yg dewasa, semestinya kebiasaan hadir dilingkungan yg berbeda membuat mereka bisa menghargai yg namanya perbedaan. 
Jam terbang yang tinggi dan pengalaman segudang justru membuat beberapa orang menjadi besar kepala, jadinya malah meremehkan si pemula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Counter